Book Review: Sad Girls by Lang Leav

 


Your first love isn't the first person you give your heart to-it's the first one who beaks it.

Lang Leav, Sad Girls

Udah menyelesaikan baca buku debutnya Lang Leav yang berjudul Sad Girls! Dan aku mau membagikan review-ku di sini. Tapi, lumayan mengandung spoiler!

Oke, langsung aja. Jadi, Sad Girls ini bercerita tentang seorang remaja perempuan bernama Audrey yang merasa panik bukan main setelah mengetahui teman satu kelasnya, Ana, dikabarkan bunuh diri. Kenapa dia panik? Karena dia udah mengarang berita bohong tentang Ana. Jadi menurutnya, kematian Ana disebabkan oleh berita bohong karangannya tersebut.

Saat pemakaman, dia semakin dibuat panik, gelisah, dan merasa bersalah karena bertemu dengan Rad, pacar Ana, yang kelihatan sangat berduka. Suatu insiden di pemakaman Ana, justru membuat Audrey terjebak bersama Rad di luar pemakaman. Rad merasa butuh teman mengobrol untuk mengalihkan kesedihannya atas kepergian Ana. Sedangkan Audrey, merasa perlu keluar dari pemakaman Ana untuk mengalihkan rasa panik dan bersalahnya. Sejak saat itu, mereka dekat. Dan permasalahan-permasalahan mulai muncul.

Diksi yang ada di Sad Girls indah dan puitis, membikin aku terbuai dan betah baca. Khas Lang Leav sekali. Interaksi antara Audrey dan Rad terasa mengalir dan nggak dipaksakan. Aku sukak! Buku ini menarik di awal-awal. Apalagi, saat Audrey ketemu sama Rad yang notabene pacar Ana di pemakaman. Tapi, menginjak pertengahan bab, menurutku nggak lagi. Dan mulai kehilangan sisi logisnya. Beberapa di antaranya: kedua tokoh utama yang terasa sangat mudah mencapai kesuksesan mereka dalam karir (mungkin karena kurang ditunjukkan prosesnya). Lalu, si Audrey yang sering mendapat keberuntungan dan bertemu dengan orang asing yang baik hati. Bahkan, dia pernah langsung dipercaya oleh dua orang asing untuk menjaga rumah besar mereka tanpa perlu menunjukkan surat referensi. Sewajarnya, seseorang bakal selektif memilih orang untuk menjaga rumahnya selama pergi liburan. Apalagi, kalo rumahnya gede dan bagus, hm.

Dan aku agak merasa kecewa dengan alasan Audrey mengarang kebohongan seberbahaya itu tentang Ana. Di awal, aku udah yakin ada alasan besar di baliknya. Tapi ternyata, Audrey bahkan nggak tahu alasannya! Kekecewaanku bertambah saat ingat setelah melakukan kebohongan besar itu, dia justru sering mendapat keberuntungan. Ya, aku tahu sih, dia menyesal dan merasa bersalah banget. Tapi, masa dia justru sering dapat keberuntungan alih-alih karma? Seandainya ada alasan kuat di balik kebohongannya, mungkin aku masih bisa terima.

Sekian review kali ini. Sampai berjumpah di review selanjutnya.

Actual rating: 2.4/5 ⭐️.

Comments

Popular Posts