Book Review: We Were Liars by E. Lockhart

Buku karangan E. Lockhart ini menemani malam hariku belakangan ini. Buku tentang Cadance, Gat, Mirren, dan Jhonny yang banyak menghabiskan waktu di pulau pribadi milik Harris Sinclair setiap musim panas. Mereka berempat bersahabat sejak kecil, menamai kelompok mereka dengan sebutan "Para Pembohong". Cadance, Mirren, dan Jhonny merupakan cucu pemilik pulau. Sedangkan Gat, bukan. Dia ponakan pacar dari ibunya Jhonny dan merupakan orang asli India.

Harris Sinclair dan istrinya sering memanjakan ketiga anak perempuan mereka sampai akhirnya mereka jadi nggak mandiri dan malah rebutan warisan. Para Pembohong mau nggak mau harus terjebak dalam situasi nggak mengenakkan itu. Cadance dan Gat yang saling suka pun harus menerima kenyataan pahit bahwa hubungan mereka nggak direstui kakek Cadance karena Gat bukan orang kulit putih.

Sejujurnya, aku nggak terlalu bisa menikmati We Were Liars karena writing style-nya menurutku... annoying. Banyak kata kiasan yang salah tempat sampai bikin aku sering mengerutkan dahi. Misalnya ini:


"Selamat datang di tengkorakku. Truk melindas tulang-tulang leher dan kepalaku. Tulang punggungku patah, otakku meledak dan mengalir keluar."


Hah?!, aku sampai spontan bilang begitu waktu baca kalimat itu. Jadi, Cadance sebenarnya kecemplung di laut atau ketabrak truk? Atau dia kecemplung di laut dulu, baru ketabrak truk? Dan akhirnya aku tahu bahwa kalimat itu cuma kiasan. Kecelakaan yang menimpa Cadance ya, kecemplung di laut.

Aku nggak mempermasalahkan kata kiasan dalam suatu buku. Karena itu terkadang bisa memperdalam bentuk emosi dan memberi kesan indah. Cuma, saat lagi mengasih informasi yang penting, menurutku nggak perlu pakai kata kiasan yang bisa bikin pembaca mispersepsi. Pola tulisan di We Were Liars juga bikin kurang nyaman.


"Dulu aku pirang, tapi sekarang rambutku hitam. Dulu aku kuat, tapi sekarang aku lemah. Dulu aku sakit, tapi sekarang aku kelihatan seperti orang sakit. Memang benar aku tahan menderita migrain sejak kecelakaanku. Memang benar aku tak tahan dengan orang bodoh."


Mungkin E. Lockhart ingin membuat buku ini unik dengan membuat pola tulisan seperti itu, tapi tetep aja aku kurang nyaman bacanya. Karena plot twist-nya bisa bikin aku tercengang, aku kasih 3.3 ⭐️ untuk buku ini.

Actual rating: 3.3/5 ⭐️

Comments

Popular Posts